Di mana ada gula, di situ ada semut!

Sebagian besar orang mungkin sudah mengenal penyakit diabetes. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit diabetes adalah nyeri neuropatik perifer. Apa hubungannya dengan "ada gula, ada semut"?
Gula Dalam Darah? Itu Normal!

Menurut Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) tahun 2021, kadar gula darah puasa antara 70-99 mg/dL masih dianggap normal. Namun, itu dapat menjadi salah satu indikator peringatan memasuki fase pre-diabetes. Mulailah mengontrol asupan gula Anda!

Orang Indonesia, Gula, dan Diabetes2,3

Menurut artikel dari Kementerian Kesehatan (Kemkes), 61% orang Indonesia berisiko terkena diabetes â˜šī¸. Hal ini mungkin disebabkan oleh kebiasaan mengkonsumsi makanan atau minuman manis sejak usia 3 tahun, setidaknya sekali sehari.
Dengan risiko diabetes yang tinggi, ancaman komplikasi yang menyertainya juga meningkat. Salah satu komplikasi serius dari diabetes adalah kerusakan saraf yang dialami oleh 90% penderita diabetes!

Peringatan Diabetes1,5

Segera periksa kadar gula Anda jika mulai sering mengalami gejala berikut:

  • Polifagia: sering makan atau mudah lapar
  • Poliuria: sering buang air kecil
  • Polidipsia: sering haus
  • Penglihatan kabur, kaki kesemutan (ini adalah tanda awal "ada gula, ada semut")
  • Berat badan turun drastis

Gejala Kerusakan Saraf Perifer4,6-8

 Apa yang paling dapat dirasakan jika terdapat kerusakan saraf perifer?

Kerusakan saraf perifer dapat menyebabkan nyeri. Nyeri akibat kerusakan saraf tidak dapat diobati dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas, sehingga diperlukan obat resep seperti gabapentinoid. Konsultasikan dengan tenaga medis terdekat mengenai obat yang cocok untuk Anda jika mengalami nyeri seperti ini.

Efek Obat Gabapentinoid untuk Nyeri Neuropatik9

  • Meredakan nyeri
  • Dapat diberikan jangka panjang
  • Biasanya dimulai dari dosis rendah dan ditingkatkan perlahan
  • Kemungkinan efek samping seperti pusing atau mengantuk

Jadi, jaga asupan gulamu dan semoga kita semua terhindar dari diabetes dan komplikasinya! 😊

 

Referensi:

  1. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia, PERKENI 2021.
  2. Artikel “Kemkes: 61 Persen Warga Konsumsi Lebih dari 1 Minuman Manis per Hari”. Artikel dapat diakses di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220928191029-20-853924/kemkes-61-persen-warga-konsumsi-lebih-dari-1-minuman-manis-per-hari.
  3. Rachmantoko R, et al. JPHV 2021.1:8-12
  4. Gilron I, et al. CMAJ. 2006;175(3):265-75.
  5. P2PTM Kemenkes. https://p2ptm.kemkes.go.id/informasi-p2ptm/penyakit-diabetes-melitus?page=2. Diakses pada 26 Agustus 2024.
  6. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-neuropathy/symptoms-causes/syc-20371580 Diakses pada 26 Agustus 2024.
  7. Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003206.htm#:~:text=There%20are%20many%20possible%20causes,along%20your%20leg%20or%20foot. Diakses pada 26 Agustus 2024.
  8. Schreiber AK, et al. World J Diabetes 2015; 6(3): 432-44.
  9. Freynhagen R, et al. Postgrad Med 2021;133(1):1-9.

 

Kode Materi: PP-LYR-IDN-0016-NOV-2024

Hubungi Kami